Lawang Sewu Semarang, Kemegahan Masa Silam






    Lawang Sewu, sebuah bangunan bersejarah peninggalan Belanda yang misterius dan menyeramkan. Di tempat ini, konon katanya ada banyak sekali hantu gentayangan berupa orang-orang Belanda dan kaum pribumi yang meninggal di tempat ini.



    Lawang Sewu terletak di Jalan Pemuda, Komplek Tugu Muda, Semarang, Jawa Tengah. Bangunan yang sangat besar dan megah ini menjadi simbol kota Semarang selain Simpang Lima dan Tugu Muda. Dari balkon lantai atas Lawang Sewu, sobat bisa melihat lalu lintas dan kokohnya Tugu Muda. Ratusan bahkan ribuan wisatawan mengunjungi bangunan ini tiap harinya. Apalagi kalau weekend dan musim liburan, bisa berkali kali lipat deh.





    Pasti sobat sudah tahu kan kenapa di namakan Lawang Sewu? Yap, karena pintu nya yang sangat banyak sekali, saking banyak nya maka di sebut lah Lawang Sewu yang berarti Seribu Pintu. Ingin tahu berapa jumlah pintu sebenarnya? Hitung aja deh sendiri kalau gak pusing. :D Tapi menurut beberapa sumber, jumlah lubang pintu disini ada 429 buah, dengan daun pintu lebih dari 1.200 buah.



    Lawang Sewu sendiri terbagi menjadi 3 lantai dengan 4 bangunan utama. Di lantai 1, sobat akan menemukan museum kereta api beserta biorama nya. Di pintu masuk utama kita akan menemukan jendela besar dan megah yang terbuat dari kaca bergambar 2 orang noni Belanda. Jendela ini didatangkan langsung dari Belanda dan masih sangat terawat sampai sekarang. Di tempat inilah spot terbaik berfoto bisa diabadikan. Keren abis deh pokoknya.



    Lantai 2 merupakan tempat tidur para pekerja Belanda dimasa dulu. Disini, akan kita temukan ruangan yang sangat penjang tanpa sekat dan pintu dari ujung ke ujung. Hanya ada lubang jendela di sepanjang ruangan. Dan di lantai 3 merupakan loteng yang sangat luas dan tanpa sekat sama sekali. Ruangan ini sedikit pengap dan cukup horror karena menurut cerita, tempat ini dulu digunakan sebagai tempat menyandera dan penyiksaan terhadap tawanan Jepang.



    Tiket masuk Lawang sewu murah meriah kok, cuma Rp 10.000,00 untuk orang dewasa, Rp 5.000,00 untuk anak-anak dan Rp 5.000,00 bagi pelajar. Kalau mau menyewa guide, tinggal tambah Rp 30.000,00 aja. Lebih enak pakai jasa guide sobat, selain bisa tahu informasi dengan jelas dan gamblang, juga bisa jadi juru foto hlo. Hehe. Tinggal pilih aja sih, menurut sobat lebih enak yang mana.



    Rute menuju ke Lawang Sewu sangat mudah. Dari Solo, ikuti saja Jalan Raya Solo-Semarang. Lurus aja gak pake belok-belok sampai di Kota Semarang. Setelah sampai di Semarang, ikuti papan penunjuk jalan menuju ke Lawang Sewu. Bagi sobat yang menggunakan sepeda motor, jangan bingung kalau mau parkir. Parkiran sepeda motor ada di samping gedung, tepatnya di pinggir sungai.



    Di Lawang Sewu juga ada 1 tempat yang terkenal angker dan menyeramkan, yaitu di ruang bawah tanah. Ruang bawah tanah ini sebenarnya adalah tempat saluran air dan juga ruangan pendingin. Karena Semarang berdekatan dengan laut dan panas, arsitektur Belanda yang merancang Lawang Sewu membuat lorong bawah tanah. Lorong bawah tanah ini dapat diisi dengan air penuh untuk mendinginkan ruangan di atasnya dan bisa digunakan sebagai penangkal banjir karena air yang masuk akan berada di lorong ini dan akan dialirkan kembali. Tapi, saat penjajah Jepang menguasai Indonesia tempat ini berubah fungsi menjadi penjara dan tempat penyiksaan. Jadi jangan heran jika tempat ini terkenal sangat mengerikan.




    Bagi sobat yang ingin memasuki dan menjelajah ruang bawah tanah Lawang Sewu, sobat akan dikenakan kembali tarif Rp 30.000,00 untuk menyewa 1 orang guide, sepatu boots dan perlengkapan lain karena tempat nya yang lembab, digenangi air dan gelap.

Related Posts:

0 Response to "Lawang Sewu Semarang, Kemegahan Masa Silam"

Post a Comment